Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026! Drama 120 Menit dan Adu Penalti Akhirnya Putus Kutukan 35 Tahun

AKURAT BANTEN– Penantian panjang itu akhirnya berakhir.
Timnas Indonesia resmi menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati final penuh drama melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam.
Bukan kemenangan biasa. Skuad Garuda harus berjuang selama 120 menit, sempat berada dalam posisi unggul, tertinggal, kemudian bangkit sebelum akhirnya memastikan gelar melalui drama adu penalti.
Indonesia menang 4-2 dalam adu penalti setelah skor pertandingan tetap 2-2 hingga akhir babak tambahan waktu.
35 tahun menunggu, malam ini Garuda akhirnya mengangkat trofi. Indonesia bukan hanya menang atas Thailand, tetapi juga menaklukkan sejarah panjang kegagalan di laga final.
Drama Besar di SUGBK
Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal.
Indonesia tampil agresif dan berusaha mengendalikan permainan. Dukungan puluhan ribu suporter di SUGBK membuat tekanan kepada Thailand semakin besar.
Namun, gol yang ditunggu baru datang pada menit ke-84.
Dean James berhasil membawa Indonesia unggul 1-0 dan membuat atmosfer SUGBK meledak.
Sayangnya, keunggulan tersebut hanya bertahan beberapa menit.
Thailand mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-87 sehingga skor berubah menjadi 1-1. Pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu.
Thailand Berbalik Unggul
Drama semakin panas pada babak extra time.
Thailand berhasil mencetak gol pada menit ke-111 melalui Peeradol Chamrasamee.
Skor berubah menjadi 2-1 untuk Thailand.
Dalam kondisi tertinggal dan waktu semakin menipis, Indonesia berada di ujung kegagalan. Namun, Garuda menunjukkan mental juara.
Elkan Baggott muncul sebagai penyelamat.
Golnya mengubah skor menjadi 2-2 dan membuat pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Sebuah comeback yang membuat SUGBK kembali bergemuruh.
Adu Penalti Menjadi Penentu
Drama belum selesai.
Adu penalti menjadi penentu siapa yang berhak membawa pulang trofi FIFA ASEAN Cup 2026.
Empat eksekutor Indonesia, yakni Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama, berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Di sisi Thailand, Manuel Bihr dan Waris Choolthong mampu mencetak gol. Namun, Sarach Yooyen gagal setelah tendangannya membentur mistar, sedangkan eksekusi Nattapong Sayriya berhasil digagalkan Emil Audero.
Indonesia menang 4-2.
Dan saat tendangan terakhir Thailand gagal, pesta juara pun dimulai.
Baca Juga: Pendopo Gandeng Batik Indra Loka Perluas Pasar Busana Motif Lokal Lintas Generasi
Kutukan 35 Tahun Akhirnya Putus
Gelar ini memiliki arti jauh lebih besar daripada sekadar sebuah trofi.
Indonesia terakhir kali meraih gelar juara bersama tim senior pada SEA Games 1991. Ketika itu, Garuda mengalahkan Thailand melalui adu penalti setelah pertandingan berakhir tanpa gol selama 120 menit.
Setelah itu, Indonesia berkali-kali mendekati gelar, tetapi selalu gagal di pertandingan penentuan.
Di ajang Piala AFF saja, Indonesia enam kali menjadi runner-up, yakni pada 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020.
Kini, penantian itu berakhir.
Ironisnya, Thailand kembali menjadi lawan Indonesia dalam pertandingan yang mengakhiri penantian tersebut.
35 tahun kemudian, sejarah seperti berputar kembali.
Bedanya, kali ini Indonesia yang tersenyum.
Baca Juga: BPEK DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Raih Award of Appreciation di Success Business Mastery
Perjalanan Garuda Menuju Trofi
Perjalanan Indonesia menuju final sebenarnya tidak selalu mulus.
Skuad asuhan John Herdman mengawali turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Singapura. Setelah itu, Garuda ditahan Malaysia tanpa gol.
Namun, Indonesia kemudian menemukan momentum luar biasa ketika menghadapi Bangladesh.
Garuda menghancurkan Bangladesh dengan skor 9-2.
Penyerang muda Mitchell Baker menjadi bintang dengan mencetak lima gol dalam pertandingan tersebut. Kemenangan besar itu sekaligus mengantarkan Indonesia ke final.
Pertandingan tersebut memperlihatkan perubahan besar dalam permainan Indonesia.
Garuda tampil lebih agresif, lebih cair dalam membangun serangan, serta semakin berbahaya ketika menyerang dari sisi sayap.
Dari Berkali-kali Gagal, Kini Indonesia Juara
Selama bertahun-tahun, final sering menjadi mimpi buruk bagi Indonesia.
Garuda berkali-kali mencapai pertandingan terakhir, tetapi trofi selalu lepas dari genggaman.
Kali ini situasinya berbeda.
Indonesia bahkan sempat tertinggal 2-1 pada babak tambahan waktu. Tetapi para pemain tidak menyerah.
Gol Elkan Baggott membawa pertandingan ke adu penalti.
Di titik itulah keberanian, konsentrasi, dan mental pemain diuji.
Indonesia akhirnya keluar sebagai pemenang.
Dari 35 tahun penantian, berkali-kali gagal di final, hingga malam penuh drama di SUGBK—Garuda akhirnya menemukan akhir cerita yang selama ini diimpikan.
35 tahun telah berlalu.
Kini, Indonesia akhirnya bisa berkata:
Garuda juara.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Mahfud MD Bongkar Kejanggalan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran, Singgung Soal Kewenangan MK
- 2Adu Bukti di MK! Subhan Palal Bongkar Dalil Gugatan, Andi Azwan Beri Jawaban soal Ijazah Gibran, Ini yang Kini Dipersoalkan
- 3Makin Tegang! Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Tinggal Ditunggu, Dokumen UTS Insearch Jadi Sorotan
- 4Gibran Bisa Tergusur? Nama Mayor Teddy Muncul sebagai Kandidat Pendamping Prabowo di 2029
- 5BPEK DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Raih Award of Appreciation di Success Business Mastery
- 6Viral Kapolri Suyudi Baru Dilantik, Komisi III DPR Langsung Sambangi Rumahnya: Ada Apa? Isu Pejabat Polri Arogan Jadi Sorotan
- 7Bukan Jabatan Biasa! Listyo Sigit dan Dedi Prasetyo Dapat Bintang Mahaputera dari Prabowo
- 8Viral di Jakarta! Surat Asli Bupati Sigi Berisi Permohonan Bantuan Jembatan Malah Jadi Bungkus Nasi Pecel, Ini Isi Lengkapnya
- 9Gibran Bisa Tergusur? Nama Mayor Teddy Muncul sebagai Kandidat Pendamping Prabowo di 2029
- 10Bukan Jabatan Biasa! Listyo Sigit dan Dedi Prasetyo Dapat Bintang Mahaputera dari Prabowo










